Cinta adalah sesuatu yang tak mampu kita defenisikan dengan hanya memandang satu sisi saja , cinta itu begitu rumit dan merupakan jalinan yang sulit untuk dimengerti oleh orang lain, kecuali oleh pemilik cinta itu sendiri. Kisah ini adalah kisah dari sebuah cinta yang sulit dimengerti namun itu terjadi disaat orang-orang menginginkan cinta dengan “memiliki”.
''Pejamkam matamu sayang ? '' , pintaku. Sejenak ia memejamkan matanya. '' wajah siapa yang pertama terlihat ? '', tanyaku setelahnya. '' Kamu......hanya kamu....'', jawabnya begitu halus terdengar ditelingaku. Betapa senangnya hatiku sekaligus sakit ibarat teriris sembilu, begitu pedih karena aku harus merelakannya untuk mengakhiri semua kebingungannya dalam memilih. Cinta takkan abadi tanpa ada restu orang tua , itu prinsip yang selalu kupegang demi kebaikan bersama. Kutatap ombak laut yang berkejaran dipantai yang indah ini. Pikiranku menerawang jauh menembus mega-mega angkasa dan akhirnya aku tenggelam dalam lamunanku tentang saat itu, saat perjumpaan kami saat pertama sekali……………........................................
Seorang gadis tersenyum saat aku menyapanya, ia membalas senyumanku yang selalu memperhatikannya beberapa hari ini. “ Maaf boleh kenalan ? “ kataku sembari menjulurkan tanganku hendak menyalaminya. “Namaku Sukma …..kalau kamu ? “ kataku mendahului ucapannya. “ Nama saya Retno, mas…!” katanya sembari menyalami tanganku dengan sedikit ragu, diiringi senyum manis yang tak terlupakan bagiku. Usai itu gadis itu segera berlalu meninggalkanku , sedangkan aku hanya dapat memandangi kepergiannya dari hadapanku dengan perasaan berbunga-bunga.
Hari demi hari berlalu, ibarat sebuah benih yang selalu disiram setiap harinya , kini benih itu telah menjadi bunga-bunga cinta. Ya..bunga cinta, yang apabila kena racun durinya, akan membuat sakit bila tak berjumpa dan menjadi obat kala bersua. Namun sayang…… tiada cinta tanpa cobaan dan ujian, kedua orang tuanya menolak hubungan kami dengan alasan yang sungguh sulit ku terima. Mereka tidak berkenan karena menganggap diriku memiliki level terlalu tinggi , karena aku adalah seorang perwira. Aku sudah berusaha sekuat tenaga meyakinkan kedua orang tuanya namun orang tuanya tetap bersikeras untuk menikahkan anaknya dengan seorang bintara , yang kebetulan masih ada hubungan keluarga dengan mereka. Hmm…..alasan yang sulit kuterima namun itu adalah kenyataan hidup yang menyakitkan bagi diriku. Dalam anggapanku bila aku seorang perwira semua dapat kuraih dengan mudah , masa depan yang cerah dan kehidupan yang jauh diatas layak, namun sayang , penolakan itu seakan mengajarkan diriku tentang satu hal , yaitu tentang tiada kesombongan dalam meraih cinta, siapapun dirimu , dan apapun statusmu tidak akan menentukan sepenuhnya bagimu untuk mendapatkan semuanya, termasuk cinta dengan begitu mudahnya.
“ Mas …..” , retno menyadarkan lamunanku. Kuraih tangannya , kugenggam erat dan kukatakan , “ Apakah kamu mencintaiku sepenuh hatimu ? “. “Tentu saja , mas ……. Sepenuh hati dan jiwaku !”, jawabnya lembut lalu dia tersenyum padaku , matanya bersinar memaknai keyakinan namun dia tidak bisa menipu diriku dengan pandangan itu , aku seakan mampu menyelami kegundahan dalam hatinya, kebimbangan atas dua pilihan yang sulit untuk ia tentukan , antara diriku dan orang tuanya. Kupandangi wajahnya dalam – dalam, seakan ingin memotret wajahnya lalu menyimpannya dalam benakku. “ Besok aku akan kembali ke tempat dinasku , maukah engkau ikut dengan ku ? “ tanyaku penuh harap. Dia tidak menjawab hanya saja kebimbangan semakin nyata dimatanya. Aku tersenyum , “ Pikirkanlah malam ini, kutunggu dirimu besok dibandara , ini tiket ….. bila dirimu benar – benar mencintaiku , ikutlah bersamaku , dan bila dirimu ragu , kembalikan tiket ini pada resepsionis hotel tempatku menginap , mereka akan membatalkannya …. “, kataku lalu menyisipkan amplop tiket ke tangannya. Air matanya menetes membasahi pipinya yang indah lalu kupeluk ia dan kukecup keningnya.
Jam menunjukkan pukul 9 pagi , aku masih berdiri didepan bandara , berharap kedatangannya untuk membuktikan cintanya padaku. Tiba – tiba handphoneku berdering, kuraih dari sakuku. Hmm… dari hotel pikirku lalu kuangkat , “ Hallo…..!”. “ Pak, wanita yang membawa tiket itu sudah datang membawa tiket…….!” Suara resepsionis diseberang telepon. “ Ya, sesuaikan dengan yang saya pesankan dengan anda ….. !” jawabku dengan berat sekali serasa memendam kekecewaan yang mendalam. Sebelum aku berangkat aku meninggalkan pesan dengan resepsionis hotel bila ada wanita yang datang membawa tiket , agar diterima tiketnya kemudian menyerahkan sepucuk surat dariku untuk wanita pembawa tiket itu. Surat itu kubuat malam sebelumnya , isi surat itu adalah :
Assalamualaikum
Dear Retno kekasih hatiku………..
Mungkin disaat dirimu membaca surat ini , aku sudah meninggalkan kota ini. Kota yang selalu penuh makna bagi kita, karena kota ini telah menjadi saksi cinta kita.
Walaupun dirimu akan mengikutiku hari ini , aku akan tetap menolak dirimu untuk mengikuti diriku. Aku mengetahui kegundahan didalam hatimu. Pilihan yang berat bagimu untuk memilih antara diriku dan orang tuamu , namun yakinlah aku selalu mencintaimu sepanjang waktu.
Aku tak mau menjadi seorang yang egois dalam cinta, walaupun aku tahu keegoisan cinta itu perlu adanya. Mungkin makna “ cinta tak harus memiliki “ harus kurasakan kini, sungguh sesuatu yang berat namun keikhlasan dihati ini telah meringankan segalanya sayangku. Cinta tanpa restu orang tua akan menyulitkan jalan kita kelak dikemudian hari dan aku tahu dirimu sangat mencintai kedua orang tuamu, bagiku cintaku tak sebanding dengan cinta mereka yang telah melahirkanmu dan merawatmu hingga dewasa.
Aku tahu hatimu sangat menderita akibat pilihan ini dan aku tak tega untuk terus menambah derita dihatimu, oleh karena itu biarlah cintaku menjadi cinta yang tak harus memiliki dari pada memiliki kekasih yang menderita akibat cintaku.
Aku ikhlas …….. aku yakin Allah telah menggariskan semuanya dan aku hanya harus meluruskan garisan itu. Jangan kamu sesali perjumpaan ini dan jangan pula engkau tangisi perpisahan ini, yakinlah selalu ada hikmah dibalik ini semua……………….
Sampaikan salam hormat dan maafku pada kedua orang tuamu karena tak sempat berpamitan dengan mereka.
Wassalam
Sukma yang mengikhlaskanmu
Setahun berlalu , pagi itu sangat cerah , aku berhenti diseberang sebuah rumah. Dari dalam mobil aku terus melihat ke arah rumah itu hingga kulihat ada seorang wanita hamil mengantar seorang lelaki kedepan rumah. Lelaki itu mengecup kening wanita itu dan wanita itupun mencium tangan lelaki itu. Tak lama kemudian lelaki itu pergi dan wanita itu mengiringinya dengan lambaian tangan pada lelaki itu.
Kuraih handponeku lalu , kupilih nama “retno” dalam kontakku , ya … aku sedang menghubungi wanita hamil tadi. “ Hallo…” , suara retno dari seberang telepon, aku sangat mengenal suara itu. “ aku senang engkau bahagia, retno….!” , kataku dengan lembut. “ Mas….!” , jawabnya lalu kupotong , “ ya …aku sukma, aku senang melihatmu bahagia, kini hatiku sudah tenang, retno !, aku hanya ingin memastikan engkau bahagia disana……”, berhenti sejenak dan kulanjutkan , “ ada titipanku diwarung disamping rumahmu , ambillah sebagai tanda mata dariku, sebagai tanda bahwa diriku ikut bahagia melihat kebahagiaanmu…….!”. “ Kamu dimana , mas…..!”, suara dari seberang telpon." Sudahlah ... aku sudah pergi jauh dari rumahmu ...!, jawabku singkat dan kudengar hanya isak tangis dari seberang telepon. “ Jangan menangis retno , jadilah istri yang baik , istri yang menyenangkan suami , setialah padanya karena pintu surgamu ada ditangannya…, aku hanyalah sepenggal kenangan dalam hidupmu, aku tak ingin menjadi derita bagi orang yang kukasihi dan hari ini aku sudah menyaksikan kebahagiaan itu, itu sudah lebih cukup bagiku , tersenyumlah retno, tersenyumlah untukku ”. " Terimakasih....terimakasih mas atas semua kebaikanmu......" suaranya putus putus karena masih terdengar isak tangisnya. "Sama-sama.......", jawabku mengakhiri dan kututup Handpnoneku kemudian ku non aktifkan.
Itulah akhir dari semua perjumpaanku dengannya hingga hari ini. Diriku hanya ingin meyakinkan bahwa diriku tak salah dalam mengambil keputusan, sekaligus untuk meyakinkan diriku bahwa ia sudah bahagia kini.
Itulah cinta, sungguh sulit untuk dimengerti kecuali oleh pemilik cinta itu sendiri. walaupun kini cinta itu hanyalah kenangan dari sepenggal perjalanan hidupku, namun begitu banyak hikmah yang kudapatkan kini. " Cinta itu adalah keikhlasan, bagiku cinta tak harus memiliki, itu lebih baik daripada memiliki namun yang engkau cintai itu menderita akibat cinta itu sendiri.''
SELAMAT DATANG SAHABATKU.......
Ku persembahkan tulisan ini untukmu, sahabatku tercinta. Bila berkenan sudi kiranya meninggalkan komentar anda setelah membaca tulisan ini. Terimakasih sahabatku sampai jumpa di tulisan selanjutnya : )
Kirim mimpi anda atau cerita tentang mimpi anda, tentang apa saja karena semua orang ingin bergabung dalam mimpi anda , mari jadikan nyata
Jumat, 08 Januari 2010
kekuatan cinta : antara harapan dan kenyataan
Jumat, 19 Juni 2009
DIARY KESETIAAN CINTA
Sulit bagiku menerima ini semua. Penyesalan selalu berada diakhir cerita, ketika semua telah menjadi nyata. Tiada kesempatan bagiku untuk mengulang kembali apa yang telah terjadi. Semua telah berlalu dan hanya meninggalkan perih dihati. Mungkin dari cerita ini , aku bisa berbagi cerita mengenai arti sebuah kesetiaan cinta yang tak bisa dinilai dengan apapun didunia yang fana ini.
Aku bukanlah seorang pria yang setia. Aku telah buta akibat sebuah cita-cita. Cita – cita untuk memiliki apa yang pasangan lain punya, yaitu Buah cinta kasih , yang akan melengkapi arti dari sebuah pernikahan. Alhasil pada akhirnya aku menjadi salah satu yang salah dalam mengartikan makna sebuah cinta. Setelah sekian tahun perkawinanku, kehadirannya yang dinanti - nanti tak kunjung datang jua. Ya….Sang buah hati pelengkap hidup kami. Semua jalan telah ditempuh namun tiada tanda-tanda sekalipun bagi kami untuk segera memilikinya hingga akhirnya aku mengenal Zahara. Gadis yang telah menggoda hatiku untuk mewujudkan cita-citaku melalui cinta yang lain selain annisa istriku. Walaupun berat akhirnya annisa , istriku menyetujuinya walaupun kutahu hatinya pasti terluka namun bisikan hasrat itu begitu kuat, menutup mata hatiku sehingga aku menjadi buta dan salah dalam mengambil arah.
Hari demi hari berlalu, sejak janji kedua dalam hidupku terucap untuk Zahara, namun hal yang samapun terjadi , semua kandas dan tidak terwujud secara nyata. Hal ini sangat berat membebani jiwa dan pikiranku sehingga aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku. Tiba-tiba kesadaranku berkurang dari hari kehari dan akhirnya akupun tertidur dan terpenjara dalam alam mimpiku. Setelah itu aku tidak tahu apa –apa lagi mengenai dunia ini.
Berbulan-bulan aku terpenjara dalam ketidaksadaranku itu, namun yang ku tahu setelah hari itu hanyalah suara lembut yang seakan-akan memanggilku untuk kembali ke alam nyata. Suara yang lembut, tulus dan mampu menggetarkan alam mimpiku. Suara yang jauh namun begitu dekat dihatiku, Aku terus berlari mencari dan terus mencari sumber suara itu. Aku seakan berada dalam sebuah labirin yang sangat luas . Belakangan setelah aku sadar dari tidur panjangku , Dokter mengatakan bahwa diriku mengalami koma akibat beban pikiran yang terlalu berat sehingga aku mengalami gangguan pada system otakku.
Ketika aku sadar tiada siapapun disampingku. Namun sungguh menyedihkan bagiku manakala seorang suster perawat mengatakan padaku bahwa tadi malam istriku, Annisa telah meninggal dunia saat menungguku dan menjagaku disini. Suster mengatakan bahwa istriku Annisa, jarang tidur karena selalu menjagaku setiap hari. Sedangkan ia tahu bahwa dirinya mengidap kanker hati namun ia tetap setia menjagaku sampai tak ingat waktu untuk beristirahat sekalipun. Sungguh terharu dan tanpa kusadari air mataku menetes mendengar cerita suster itu. Suster itu mengatakan bahwa Istriku Annisa selalu memanggilku dengan bisikan ditelingaku untuk menyadarkanku dari komaku. Seketika usai mendengar itu, kepalaku pusing dan langsung tak sadarkan diri lagi.
Seminggu kemudian aku baru sadar kembali dan akan tetapi kali ini ada Zahara disisiku. Aku berusaha bangkit namun dokter melarangku dan mengatakan padaku supaya aku menjaga kondisi psykologiku karena bila aku pingsan lagi dikhawatirkan aku akan menderita amnesia permanen. Zahara tersenyum padaku , lalu aku bertanya “ Dimana Annisa ? “ dan Zahara mengatakan dengan lembut , “ Istirahatlah mas, nanti bila kesehatanmu membaik aku akan menceritakan semuanya…”, sambil menyelimutiku kembali dan mengelus keningku, namun air mataku tetap membias dipelupuk mataku.
Sebulan kemudian, akhirnya kesehatanku benar-benar pulih. Beberapa hari lagi Dokter mengizinkanku untuk pulang , namun tetap harus selalu control setiap minggunya. Saat hari itu tiba Zahara membawaku ke Pusara Annisa. Aku tertunduk malu didepan Pusaranya dan air mataku menetes seakan penuh sesal karena tak sempat mengucapkan terimakasih atas pengorbanan cintanya, betapa hinanya diriku didepan nisannya. Ya hari ini seorang pria yang tak setia memegang janji cintanya, telah bersimpuh didepannya yang tak lagi ada didunia ini, yang ada hanya jasad yang terkubur dibawah taburan bunga melati , tempat peristirahatan terakhir manusia di dunia yang fana ini.
Lalu Zahara memecah lamunan kesedihanku, “ Mas , sudahlah…. jangan engkau buat Annisa bersedih di alam
Assalamualaikum , Wr , Wb
Alhamdulillah , kuucapkan syukur hari ini atas karunia Allah untuk suamiku. Aku yakin saat mas membaca suratku ini , mas sudah dalam keadaan sehat seperti yang kuimpikan dan kunantikan selama ini.
Mas Gunawan yang kucintai, mungkin saat mas membaca
Mas Gunawan, suamiku, janganlah bersedih apalagi menumpahkan air mataku dipusaraku kelak. Aku mau mas hadir dipusaraku dan tersenyum padaku , supaya aku puas bahwa pengorbananku tidak sia – sia selama ini.
Mas Gunawan yang sangat kucintai, Aku yakin sekarang Zahara ada disampingmu, aku telah meminta padanya untuk menjagamu sepanjang hayatmu kelak. Walaupun diriku bukanlah dirinya namun anggaplah itu sama. Lanjutkan kehidupan ini dengan berbahagia wahai kekasih hatiku, sampai saatnya tiba kelak , manakala Allah memberikan batas waktu pada ciptaan-Nya. Aku
Wassalam
ANNISA
Kucium
Sesampai di Rumah Sakit, kami langsung dihampiri suster yang pernah menceritakan perihal istriku, Annisa, saatku pertama tersadar dari komaku dulu. “ Maaf Pak Gunawan , bisa saya bicara empat mata dengan anda ? “, Tanya suster itu santun. Aku hanya mengangguk dan mengikuti suster itu keruangannya, hanya berdua dengan suster itu. Ia mengeluarkan buku dari dalam tasnya , “ Pak Gunawan , saya menemukan ini dibawah kasur tempat tidur anda”, kata suster itu sambil menyerahkan buku bersampul biru, mirip notes bentuknya, lalu suster itu melanjutkan , “ Maaf saya membaca beberapa halamannya, karena saya tidak tahu siapa yang punya tetapi sepertinya buku itu adalah Diary milik istri anda, Ibu Annisa”. Tertegun aku sesaat karena belum pernah selama ini kulihat istriku menulis sesuatu dibuku sejak kami menikah dulu. Kubuka lembaran pertama :
Annisa , begitu mereka memanggilku , sebuah nama indah pemberian ibuku atas kelahiranku. Namun kebahagiaan itu tak sejalan dengan kehidupanku yang selanjutnya yang penuh akan cobaan sebagai seorang wanita. Wanita yang menjadi sebagai pintu gerbang kehidupan buah cinta, bagi pasangan manusia ciptaan Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Melalui diary ini , aku akan berkeluh kesah mengenai kisah hidupku yang selalu diombang ambing oleh ganasnya gelombang kehidupan. Kehidupan yang mungkin tak pernah kubayangkan apalagi kucita-citakan , namun Tuhan telah menggariskan demikian dan aku sebagai manusia tak berhak untuk bertanya mengapa , melainkan hanya bersyukur dan yakin bahwa semua itu ada hikmahnya. Walaupun hikmah itu kita dapatkan manakala kita telah tiada.
Tahun demi tahun berlalu sudah. Buah cinta yang kami nantikan kehadirannya tak kunjung datang jua. Lelah kami mencoba, berbagai macam cara telah kami tempuh namun Tuhan belum juga berkenan memberikannya , walaupun hanya lewat tanda – tanda sekalipun. Ya Allah , kukan tetap sujud pada-Mu, walaupun ujian – Mu ini begitu berat bagiku. Keikhlasanku
Betapa sakitnya diriku , manakala berita itu bagai petir mencambuk nyawaku. Suamiku , yang kucintai …. akhirnya tak mampu untuk sabar dan mencari jalan lain ke Roma, dan takluk dalam godaan cinta yang lain. Cinta yang baginya akan membawa angin surga, yang menjanjikan sebuah jalan untuk melahirkan putra keturunannya. Hingga saat yang kutakutkan itu terjadi dan aku tak kuasa menolaknya, walaupun harus berurai air mata , ku ikhlaskan dirimu untuk memaduku dalam pelabuhan cintanya.
Mendadak kepalaku pusing, lalu aku mengatakan pada suster tersebut.” Kepalaku sakit sekali…Suster, mungkin saya harus menginap lagi hari ini dirumah sakit ini”. Mendengar keluhanku, Suster itu segera memanggil dokter. Oleh dokter aku disarankan untuk kembali beristirahat di Rumah Sakit tersebut. Atas ijin dokter tersebut aku diijinkan untuk kembali beristirahat dikamarku yang terdahulu, saat aku koma dulu dengan alasan bahwa kamar itu lebih tenang. Zahara menghampiriku dan aku memintanya untuk kembali esok hari karena aku ingin istirahat tenang hari ini. Aku hanya pura-pura tidur saja saat itu , manakala semuanya telah meninggalkanku kembali kubuka buku Diary miliki Annisa , Istriku. Kulanjutkan halaman demi halaman :
Dear Diary……mungkin hari ini dan seterusnya , hanya dirimulah yang akan mendengarkan curahan hatiku. Tiada yang ku percaya lagi didunia ini selain engkau ….. Diary dan pena sahabatku, yang setia dan tak pernah berdusta. Lewat tulisanku dihalamanmu, itulah curahan hatiku yang takkan terucapkan pada suamiku yang tercinta, yang terkasih , yang telah mengikat diriku dalam pelabuhan cintanya. Mungkin suatu saat engkaupun akan bercerita padanya namun kuharap tetaplah setia padaku , wahai Diary kesayanganku,
Suamiku …….banyak yang akan kusampaikan padamu namun tak kuasa bibir ini untuk mencurahkan kata hatiku padamu. Sehingga aku hanya menuliskan kata-kata hatiku di Diary ini, karena aku yakin diary ini tidak akan bersuara seperti bibirku saat ini, biarlah kucurahkan semua di buku ini agar aku dapat berkeluh kesah tanpa membuat luka dihatimu.
Wahai suamiku yang tercinta……….mungkin tak ada yang mampu kuberikan padamu. Hidupku ibarat sesuatu yang hampa tanpa buah cinta kasih kita yang hadir dalam pelukanmu. Namun hanya kesetiaanlah yang mampu kuberikan padamu hingga maut menjemputku kelak dikemudian hari manakala saat itu tiba.
Wahai suamiku yang terkasih ……Mungkin sakit ditubuhku ini tak sebanding dengan sakitnya hatiku ini ketika engkau memberi madu padaku. Mungkin bila aku tidak mengingat Tuhan…… sudah kulepaskan raga ini meninggalkanmu , akan tetapi cinta ini begitu buta bagiku. Biarlah telinga ini mendengar , akan tetapi butakan mataku ntuk melihat dirimu bersanding dengannya.
Wahai Suamiku kekasih hatiku ...... hari ini sudah ada keikhlasan di hatiku. Namun kuharap Tuhan masih membutakan mataku melihat dirimu, bergandengan tangan dengan dirinya. Oh...suamiku mengapa engkau mengikat erat hatiku seperti mengikat bahtera di pelabuhan cintamu hingga aku tak mampu untuk melepaskan pautanmu yang begitu kuat dari diriku. Akan tetapi kumohon tetaplah tersenyum padaku , jangan engkau menatapku seakan-akan aku tak mampu karena hanya Tuhanlah yang tahu betapa kuatnya kesetiaan cintaku pada dirimu.
Sebulan telah berlalu, aku terbiasa sudah kini wahai suamiku . Walaupun luka hatiku tak kan pernah sembuh, namun kini telah mengering seiring keringnya air mataku, meratapi nasipku yang
Wahai Suamiku, pujaan hatiku ……sudah tiga bulan ini penyakit itu bersarang ditubuhmu. Dirimu bagai hidup di alam maya dalam pandangan mataku. Nafas lemahmu seakan enggan untuk menarik udara didalam tabung penyambung hidupmu. Tapi dihatiku engkau tetap pujaan hatiku , walaupun hingga waktu menghadirkan malaikat maut ntuk menjemputmu.
Wahai Suamiku, pemilik hatiku ..... Kini aku sendiri mendampingi dirimu. Bundaku telah meninggalkan dunia fana ini, bahkan ayahkupun seakan tak ingin berpisah lama dengan bundaku, beliau juga menyusul mendampingi bundaku disisi pusaranya. Kanda akankah kita bahagia seperti mereka atau sebaliknya ? Namun yang pasti ku
Wahai Suamiku cahaya cintaku....... Sakit didadaku tak kunjung sembuh dari hari ke hari. Lemas seketika saat aku mendapatkan berita mengenai penyakitku ini. Kanker telah menyelimuti hatiku , mungkinkah diriku akan mendahuluimu atau kita
Wahai suamiku pendamping hidupku …….. banyak pria yang telah menawarkan cintanya padaku, namun jiwaku bukanlah milik diriku lagi tapi milik engkau, suamiku sehingga tak mungkin lagi bagiku untuk berbagi cinta dengan yg lain, tiada yang mampu untuk membuat diriku berpaling dari cintaku padamu, namun tak sedetikpun aku ragu tentang kekuatan cinta kita, walaupun engkau membagi cinta dengan bunga yang lain namun engkau tetaplah pemilik jiwa dan hatiku, oh.. sayangku.
Wahai Suamiku, cintaku yang abadi ……. betapa bahagianya diriku hari ini Tuhan telah mengabulkan doaku dalam sembah sujudku pada-Nya. Ku harap penantian panjang ini akan berakhir dengan senyum diwajahmu. Pupus sudah kemarau dihatiku …..sadarlah…..sadarlah dari tidur panjangmu aku
Wahai suamiku …oh…sayangku…….. bangunlah , waktuku tak panjang ntuk menantikan kebahagiaan ini. Bukalah matamu ….. dengarkanlah bisikan lembutku ditelingamu…..bangunlah…..aku kini telah dikejar waktu , maut sudah mengetuk didepan rumah kita, menantikanku untuk kembali kepada Tuhan dan takkan kembali di sisi hadapanmu.
Suamiku……mungkin inilah keluh kesah terakhirku, rangkaian kata yang akan mengakhiri semua perjalanan hidupku. Aku kan membawa cinta ini , menjadi memory yang abadi selamanya dihatiku, sekalipunpun tubuhku nanti bercampur dengan tanah disamping pusara ayah dan ibuku. Maafkan aku suamiku bila aku tak mampu memberikan pengabdianku sepenuhnya untukmu hingga akhir hayatku, namun aku akan bahagia bila engkau terus melanjutkan hidup didunia ini. Gandenglah tangannya di sisimu……..kini aku tersenyum bahagia menyaksikannya, tidak seperti dulu saat keikhlasan belum memeluk hatiku ini. Sayangku…………….”Aku Sangat Mencintaimu”
Kututup Diary itu. Diary yang berisi curahan hati, Annisa, istriku. Teriris rasanya hatiku usai membaca curahan hatinya yang terekam lembar demi lembar di diary kesayangannya itu. Hanya penyesalan yang kini hadir dihadapanku , karena aku telah berdosa menyia-nyiakan cahaya yang selalu menerangi hidupku, cahaya yang tak pernah lelah menjagaku, tak pernah mengeluh berkorban untukku. Tak kuasa diriku membendung air mata ini untuk tumpah membasahi pipiku lagi. Tak ada kata yang mampu menggambarkan secara rinci betapa perih dan menyesalnya diriku saat ini. Kucium diary itu dan tanpa sengaja tanganku merasakan seperti ada kertas yang terselip disampul belakangnya. Ya….itu adalah
Assalamualikum wr.wb
Sebelumnya aku memohon maaf padamu. Mungkin dirimu tidak berkenan menerima suratku ini. Namun dengan kerendahan hati aku memohon padamu , kembalilah pada suami kita. Tak lama lagi dia akan sadar …… dokter telah mengatakan bahwa syaraf-syarafnya telah kembali membaik. Terapinya berhasil, kini tinggal menunggu saat-saat kesadarannya.
Zahara , maduku yang baik, jagalah suami kita dengan baik. Berikanlah kasih dan sayangmu padanya, sesungguhnya dia adalah orang yang lemah hatinya , jangan biarkan ia memikul sendiri kehidupan ini.
Zahara, mungkin waktuku tak dapat menantikan dirinya, saat ia bangun dari tidur panjangnya. Hadirlah disini, di Rumah Sakit Harapan Insan, ia juga menantikan kehadiranmu dalam mimpinya.
Zahara, bila Tuhan telah mendahului menjemputku sebelum kebangkitannya dari tidur panjangnya itu. Aku memohon padamu gantikan aku untuk mengatakan bahwa “ aku sangat mencintaimu, wahai suamiku “, walaupun kalimat itu akan terucap dari bibirmu tapi katakanlah dengan lembut dan penuh cinta kasih dan wakilkan aku untuk menciumi tangannya sepanjang hidupnya.
Zahara kutitipkan padamu sepucuk surat untuk suami kita manakala aku telah tiada , berikanlah padanya ketika ia sudah benar-benar sembuh dan sampaikan maafku karena menitipkan
Terimakasih Zahara, aku dan dirinya menantikan dirimu untuk hadir disini, untuk kita bersama lagi.
Wassalam
ANNISA
Termenung aku seketika, Betapa luar biasanya dirinya padaku yang mengorbankan segalanya untukku. Untuk pria yang selayaknya tak patut mendapatkan karunia cinta sebesar ini. Aku tertunduk malu pada diriku sendiri dan hatiku berkata , “ Annisa Istriku……..Aku sangat mencintaimu…aku takkan melukai cintamu untuk kedua kalinya, cukuplah sudah semua ini …. mungkin aku hanya ditakdirkan untukmu…wahai Annisa, Istriku yang tercinta. Kuraih pena disudut meja dan kutulis semua apa yang telah terjadi tentang hidupku bersamanya di halaman selanjutnya.
Lalu diakhir paragraph kutuliskan :
Cinta....Ungkapan hati dalam bentuk untaian mutiara kata. Lama aku bertanya dihatiku tentang arti sebuah cinta. Arti Cinta bagi seorang Annisa, " Cinta yg tak terbagi namun sanggup untuk berbagi ". Cinta yang tak biasa ..... cinta yang tak mengenal lelah dalam pengorbanannya. Itulah cinta yang sejati dan terukir indah dihati pemiliknya. Benar sekali itulah cinta istriku yang terkasih , yang telah mengorbankan segalanya demi diriku, namun tak sempat bagiku untuk membalas semuanya karena waktu tidak berpihak padaku. Tapi aku yakin hingga akhir hayatku nanti aku
Zahara menutup buku Diary itu. Gunawan telah meninggal tadi malam. Ia menderita stroke hebat hingga mengalami pendarahan di otaknya, namun ia berhasil menyelesaikan tulisannya dibuku Diary itu. Lalu Zahara menuliskan sebuah judul didepan buku itu “ Diary Kesetiaan Cinta “, lalu dibawahnya “ Untuk cinta yang abadi selamanya, Annisa dan Gunawan “ .
Sabtu, 23 Mei 2009
CERMIN DIRI
Sepanjang perjalanan perenunganku , aku menemukan suatu yang abstrak namun begitu nyata didepan mata. Mungkin anda sudah lama menyadari hal ini atau mungkin baru menyadari hal itu setelah membaca notes ini.
Tahukah anda bahwa didalam diri anda, ada yang bernama “ CERMIN DIRI ”. Mungkin anda akan mengerutkan kening dan berkata dalam hati bahwa itu tidak mungkin. Namun saya akan berusaha untuk membantu anda, untuk menghadirkannya dalam diri anda walaupun hanya lewat tulisan ini.
Cermin diri adalah benda abstrak dalam pikiran kita , hasil analisa dan bukan hasil dari hati nurani manusia. Ketika seseorang merasa dirinya di bohongi oleh orang lain maka itu adalah cerminan dari dirinya yang mungkin juga suka membohongi orang lain. Ketika seseorang merasa bahwa dirinya di perlakukan tidak baik oleh orang lain maka itu adalah cerminan dari dirinya yang mungkin juga suka atau sering memperlakukan orang lain secara tidak baik pula.
Nah, bagaimanakah dengan pasangan hidup anda ? pernahkah anda merasakan suatu pemikiran , ( walaupun itu hanya 1 detik saja ) , bahwa pasangan anda suka menipu anda ? mengkhianati anda ? atau bahkan berselingkuh dari anda ? cemburukah anda ? cemburukah pasangan anda ? Hmm……saya yakin anda dalam detik ini anda akan tenggelam pada ingatan anda , mengingat tentang sesuatu hal, sesuatu yang mungkin menjadi refferensi bagi anda tentang si ”DIA” atau siapapun itu.
( saya memberikan waktu 1 menit untuk anda, menutup mata anda dan dengarkan analisa anda atas referensi terhadap prilaku si DIA atau siapapun yang ingin anda ingat , setelah itu buka mata anda dan lanjutkan membaca paragraph selanjutnya. )
Bila anda menemukan bahwa sesuatu refferensi dalam pikiran anda, tentang prilaku si DIA atau siapapun dalam ingatan anda itu , mirip dengan prilaku anda maka itulah Cermin diri anda , mengapa hal itu bisa terjadi ? karena referensi itu hasil analisa prilaku anda dengan dirinya.
Saya tidak mengatakan ini seratus persen benar namun ini hanyalah salah satu cara untuk menyadarkan anda bahwa apa yang anda perbuat dan apa yang telah ia perbuat dalam pikiran anda merupakan cerminan dari diri anda sendiri.
Saya bantu dengan contoh :
Seandainya anda menemukan bahwa pasangan anda tidak cemburu terhadap anda , maka anda akan merasa pasangan anda tersebut tidak sayang dengan anda atau mungkin pasangan anda itu berselingkuh dari anda. ( itu dalam pikiran anda dan syukur bila tidak demikian dalam pikiran anda ).
Bila pikiran itu ada segeralah gunakan cermin diri dan analisa mungkinkah anda berbuat yang sama dengan dugaan anda terhadap pasangan anda, walaupun ukurannya hanya sebutir padi dalam pikiran anda.
Kenapa hal ini bisa terjadi ? karena dalam pikiran anda adalah " seandainya saya jadi dia maka saya........" , dan itulah cermin diri anda. Namun bila tidak ada dalam pikiran anda tentang dugaan itu maka diri anda bukanlah bayangan yang ada dalam pikiran anda itu. ( dari prilaku anda yang terdahulu atau mungkin yang sekarang )
Mungkin anda sering mendengar , ” Positif thinking aja dech !”, maka itu bukan menyelesaikan masalah anda tapi justru menambah beban pikiran anda.
” Jadi harus bagaimana dong ? ”, saya yakin itu dalam pikiran anda saat ini. Saya akan berusaha membantu anda , bila anda membuka pintu pikiran anda untuk menerima saran saya , atau hentikan segera membaca lanjutan tulisan ini, bila anda tidak memiliki kepercayaan kepada saya :
Pertama , buatlah diri anda untuk jujur walaupun pasangan anda tidak berada disamping anda , tampilkan pasangan anda dengan bangga bila ada orang menanyakan siapa pasangan anda itu.
Kedua , buatlah diri anda tidak berbuat prilaku yang negative dengan berbohong terhadap pasangan anda apalagi berbohong di “ belakang” dia , walaupun bentuknya hanya “sebutir padi saja “ . Karena diri anda sudah dewasa dan bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk.
Ketiga , jangan memulai atau mencoba sesuatu yang akan menimbulkan prilaku negative terhadap pasangan anda ( di belakang dia ) walaupun hanya Teman Tapi Mesra. ( kayak lagu aja : p )
Keempat , jangan dengar apa kata tetangga sebelum anda membuktikan secara nyata, lebih baik anda diam , menyelidiki hal tersebut dan tunggu saatnya tiba, namun bila anda dapat mengetahui perihal tersebut dengan segera, tentang kebenaran itu , maka coba hentikan dia secepatnya sebelum dia berbuat lebih jauh.
Kelima , berikan maaf bila ia berbuat salah dengan anda , karena mungkin bila anda berkaca , belum tentu anda tidak pernah berbuat salah dengan dia , mungkin dia lupa atau belum mengetahui kesalahan anda itu.
Jadi apabila anda menemukan bahwa pasangan anda tidak cemburu terhadap anda itu bukan berarti pasangan anda itu tidak peduli ( cuek istilah kerennya ) atau tidak sayang dengan anda atau mungkin anda beranggapan bahwa pasangan anda itu berselingkuh dari anda.
Pertama, Mungkin itu jawaban dari cerminan dari diri anda sendiri.
Kedua, Mungkin pasangan anda tidak melakukan perilaku negatif itu, karena pasangan anda tidak mendapatkan cermin diri yang negatif dari prilaku dirinya. Sehingga pasangan anda tidak akan merasa cemburu dengan anda. Berarti pasangan anda tidak memiliki referensi prilaku negatif bagi cerminan dirinya apalagi terhadap anda.
Namun cobalah mendudukkan masalah dengan benar dan cobalah pahami bahwa pasangan anda itu adalah orang yang baik dan setia. Namun bila ada gejala lain , selidikilah dengan benar dan jangan memutuskan sesuatu itu dengan tergesa gesa apalagi tanpa fakta yang tepat pula.
Ini hanyalah salah satu contoh bagi anda , mungkin anda bisa menggunakan ” cermin diri ” dengan hal hal lain menyangkut diri anda dan orang – orang di lingkungan sekitar anda. " Bijaksanalah pada semuanya karena semua belum tentu seperti cerminan diri anda, yang datang dari dalam pikiran anda".
PEACE.......KEEP IT IN YOUR HEART
Rabu, 20 Mei 2009
IKHLAS
Ketika aku menonton sebuah acara di TV yang berjudul ” Toloong …”, sejenak aku berpikir, mengapa tayangan ini hanya menampilkan suatu situasi yang mungkin biasa bagi kita ? namun sadarkah anda bahwa ada maksud yang tersembunyi, diluar dari rasa tolong menolong yang tinggi.
Ketika seorang anak perempuan membawa majalah yang terbakar ujungnya dan ia menawarkan harga yang mahal dari suatu benda, yang mungkin sudah tidak berguna lagi bagi siapapun jua, berkeliling dan menawarkan ”hanya” pada mereka yang mungkin layak untuk ditolong juga, yang mungkin bila orang itu membantu bocah tersebut maka hilanglah pendapatannya dalam satu hari (bagi yang membeli majalah itu) , yang berharga Rp. 30.000,-. Dengan alasan untuk membeli buku sekolah ( hmm…..cukup menimbulkan suatu simpati yang mendalam ) dengan harapan yang sangat besar untuk ditolong tercermin dari mukanya yang memelas dan ucapan yang dapat meruntuhkan hati nurani ( bagi yang memiliki hati nurani tentunya ). Sekian puluh orang ia menawarkan majalah itu dengan gaya yang tak jauh berbeda pada sepanjang jalan yang menampilkan deru perekonomian yang selalu bergulat dengan persaingan yang keras. Hingga pada suatu saat seorang penjual jamu membeli buku tersebut karena rasa kasihannya dengan bocah nan malang itu. Dan akhirnya ia mendapatkan harga yang pantas dari Rasa Simpatinya, yang membantu sesamanya, yang jauh membutuhkan pertolongan tetapi mungkin kita dapat melihat, bahwa penjual jamu itu sendiri pun, juga patut diberikan pertolongan oleh orang lain saat itu, karena ia bekerja demi kehidupan keluarganya dengan kemampuan yang sangat dan sangat terbatas.
Bukan hiburan semata bagiku menyaksikan itu semua akan tetapi sebuah nilai rasa KEIKHLASAN membantu sesama yang jauh mengalami kesusahan. Ketika pertama menyaksikan acara itu, aku heran mengapa tidak ditawarkan pada orang yang dinilai mampu untuk membantu tetapi justru pada orang yang mungkin juga layak di bantu oleh orang lain. Mungkin bila itu ditawarkan pada yang mampu ada dua kemungkinan : pertama orang mampu itu mungkin akan mengusirnya ( hal ini sudah hal maklum untuk perkotaan ) dan kedua, orang mampu tersebut akan membantu tanpa ada rasa pengorbanan karena nilai yang kecil bagi dirinya ( terkadang dengan maksud malas untuk diganggu lebih lama lagi bagi orang yang butuh pertolongan itu ).
Hm….akhirnya aku menemukan suatu jawaban yang sangat bernilai bahwa rasa IKHLAS akan bernilai bila seseorang mau membantu orang lain meskipun dirinya dianggap jauh dari dikatakan mampu untuk membantu sepenuhnya. Sesuatu yang memiliki rasa pengorbanan ….. rasa senasip sepenanggungan…..dan rasa saling membutuhkan. Luar biasa…………………….. Pernahkah anda merasakan seperti itu ? Bila belum …………… inilah saatnya bagi anda, terpanggil untuk mengulurkan tangan anda dengan rasa IKHLAS itu.
Minggu, 17 Mei 2009
SEBERAPA BESARKAH ANDA ?
berpikirlah yang kecil supaya anda memahaminya bila menjadi besar, Mengapa terkadang ketika kita besar, kita selalu melupakan hal-hal kecil bahkan melupakan orang–orang yang selalu dipandang ”kecil”.
Perlu disadari bahwa Tuhan YME telah mengajarkan kepada kita secara tersirat , Mengapa manusia diciptakan dari sebuah sel sperma dan sebuah sel telur ? kemudian besar berkembang dari beberapa yang kecil menjadi besar dan semakin besar lalu terus menjadi besar namun tetap sebagai satu kumpulan yang tersusun oleh yang kecil.
Bila ada pepatah mengatakan bahwa ”manusia akan jatuh oleh batu yang kecil dan bukan karena batu yang besar”, mengapa hal itu menjadi suatu ungkapan yang takkan di tolak oleh siapapun jua ? Bila ada orang yang mengatakan berpikirlah yang besar supaya anda menjadi besar , berarti orang itu adalah seorang yang tidak menyadari bahwa dirinya adalah makhluk kecil dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, ia hidup dalam kata demi kata yang menganggap pikirannya adalah jalan menuju kesuksesan namun sebenarnya ia sukses karena anda sekumpulan manusia yang merasa kecil…..merasa kurang…..sehingga ingin mendengarkan ia berbicara yang BESAR.
Rangkullah yang kecil maka anda akan memiliki kekuatan yang besar, karena anda diciptakan memiliki banyak keterbatasan sebagai sebuah Ciptaan Tuhan, jangan anda tinggalkan yang kecil atau bahkan tidak melihat yang kecil.
Jangan takut bila orang mengatakan bahwa anda " kecil " karena ada saatnya yang " besar " akan melihat anda yang kecil memiliki potensi yang besar.
Sadarilah untuk menjadi besar perlu memikirkan yang kecil , supaya ketika besar anda tidak akan melupakan yang kecil DAN YANG TERPENTING ANDA TIDAK AKAN DIJATUHKAN OLEH YANG KECIL ITU.

My blog is worth $0.00.
How much is your blog worth?



